Category: Nasional

  • Kebakaran Lahan Perkebunan di Makaeling Halmahera Utara Dihadapi ERT Gosowong

    Kebakaran Lahan Perkebunan di Makaeling Halmahera Utara Dihadapi ERT Gosowong

    Kabar kebakaran perkebunan Makaeling di Halmahera Utara sempat menyita perhatian publik, termasuk pembaca di Surabaya yang mengikuti isu keselamatan lingkungan dan tanggap darurat industri. Api meluas di area perkebunan Desa Makaeling, Kecamatan Kao Teluk, pada Jumat, 28 Agustus, sekitar pukul 12.00 WIT, sehingga warga setempat meminta bantuan agar kobaran tidak menjalar ke lahan lain.

    Informasi kejadian diterima Emergency Response Team (ERT) Gosowong dari salah satu warga. Tim segera berkoordinasi dengan Manager Health, Safety and Environment (HSE) untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.

    Penempatan personel dan peralatan NHM

    PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengerahkan delapan personel ERT dan satu paramedis. Mereka dilengkapi kendaraan serta perangkat pemadam agar respons di lokasi lebih cepat dan terukur.

    Selain tenaga manusia, NHM juga menurunkan fire truck, pompa, selang, nozzle, alat pelindung diri, dan peralatan pendukung lain. Kelengkapan itu dipakai untuk membatasi titik api sekaligus menjaga keselamatan petugas dan warga di sekitar area terbakar.

    Teknik pendinginan dan penyisiran lokasi

    Tim ERT bersama pihak terkait memprioritaskan titik yang sudah terbakar serta jalur yang berpotensi menjadi media penyebaran api. Pendekatan di lapangan menyesuaikan karakteristik lahan perkebunan agar pengendalian tidak hanya bersifat sementara.

    Setelah api utama ditekan, petugas melakukan pendinginan dan penyisiran di sekeliling lokasi. Langkah itu bertujuan memastikan tidak ada bara tersisa yang bisa memicu nyala ulang di area yang sama.

    Penjelasan kapten ERT di lapangan

    Kapten ERT NHM, Muhammad Irfan, menjelaskan bahwa teknik pemadaman disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lokasi. Selain memadamkan titik api, tim juga menjalankan pendinginan serta penyisiran agar api benar-benar terkendali.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi tidak berhenti pada padamnya api yang terlihat. Pengamanan lanjutan tetap dilakukan agar risiko kebakaran susulan diminimalkan di perkebunan warga.

    Arti tanggap darurat bagi publik luas

    Meski peristiwa terjadi jauh dari Jawa Timur, pola respons ERT perusahaan tambang ini menjadi rujukan penting bagi pembaca Kabar Jatim di Surabaya. Koordinasi cepat antara warga, HSE, dan tim pemadam menunjukkan pentingnya saluran laporan dini saat lahan terbakar.

    Peristiwa di Makaeling juga mengingatkan bahwa kesiapan peralatan standar—mulai fire truck hingga APD—tetap krusial di kawasan perkebunan. Tanpa dukungan logistik memadai, perluasan api ke lahan tetangga bisa lebih sulit dihentikan.

    Dengan personel, paramedis, dan perangkat yang sudah dikerahkan, upaya pengendalian di Desa Makaeling diarahkan agar kobaran tidak meluas. Warga dan petugas berfokus pada stabilisasi lokasi hingga area dinyatakan aman dari bara tersembunyi.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: kebakaran perkebunan, Makaeling, Halmahera Utara, ERT Gosowong, NHM, pemadaman api, Kao Teluk

  • Lima Titik Api Masih Aktif di Papua Barat, Operasi Udara BNPB Terhambat Avtur

    Lima Titik Api Masih Aktif di Papua Barat, Operasi Udara BNPB Terhambat Avtur

    Kondisi karhutla Papua Barat per akhir Agustus 2026 dinilai mulai terkendali, namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mencatat 20 hotspot dan lima titik api aktif. Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta dan relevan diikuti pembaca Surabaya karena memperlihatkan pola koordinasi nasional saat musim rawan kebakaran.

    Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa petugas lapangan masih menemukan asap di sejumlah lokasi meski api secara umum mereda pada 30 Agustus 2026. Jarak pandang di area terdampak berada di kisaran 7 hingga 10 kilometer.

    Dukungan helikopter swasta dan volume water bombing

    Operasi pemadaman mengandalkan serangan udara. Dua helikopter milik PT Berau dikerahkan untuk water bombing, langkah yang diapresiasi BNPB sebagai wujud keterlibatan sektor swasta. Selain armada tersebut, satu helikopter BNPB telah menebar air total 662.000 liter ke zona kebakaran.

    Pendekatan udara dipilih karena medan Papua Barat tidak memungkinkan operasi darat berjalan penuh. Vegetasi tinggi dan rapat membuat sebagian air dari water bombing tertahan di tajuk pohon sebelum mencapai lantai hutan, sehingga efektivitas pemadaman perlu dijaga dengan frekuensi sorti yang memadai.

    Kendala geografis Bandara Babo dan pasokan avtur

    Keterbatasan teknis menambah kompleksitas. Hanya satu helikopter yang dapat beroperasi dalam waktu bersamaan karena menara Bandara Babo tidak mencakup seluruh area operasi. Di sisi logistik, ketersediaan avtur menjadi hambatan nyata yang sedang diupayakan solusinya agar sorti udara tidak terputus.

    BNPB bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menekankan bahwa pemetaan ulang titik panas dan titik api akan terus dilakukan. Langkah awal setiap gelombang operasi tetap berupa pemantauan udara sebelum penentuan target water bombing berikutnya.

    Satgas diaktifkan ulang hingga 5 September

    Potensi mudah terbakar diperkirakan masih tinggi hingga 5 September 2026, terutama di Teluk Bintuni dan Fakfak. Karena itu satgas diminta kembali siaga, sementara pesawat pemadam tetap dalam posisi standby untuk merespons lonjakan hotspot sewaktu-waktu.

    Bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk Surabaya, pantauan karhutla di wilayah lain menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan musim kemarau. Pola koordinasi BNPB, dukungan swasta, dan penyesuaian taktik terhadap kondisi geografis bisa menjadi rujukan pemahaman publik saat memantau risiko asap dan kebakaran lahan di skala nasional.

    Prioritas pemantauan dan kolaborasi lintas pihak

    Fokus ke depan mencakup penjadwalan ulang operasi harian, pengamanan rantai pasok avtur, serta pemetaan yang lebih rapat di koridor Teluk Bintuni–Fakfak. Kolaborasi pemerintah dan swasta dinilai krusial agar lima titik api tersisa dapat dipadamkan sebelum potensi cuaca memperburuk sebaran api.

    BNPB menegaskan bahwa status terkendali bukan berarti ancaman selesai. Dengan 20 hotspot yang masih terdeteksi, disiplin operasional dan dukungan logistik akan menentukan apakah situasi di Papua Barat stabil sepenuhnya setelah awal September.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: karhutla Papua Barat, BNPB, titik api, water bombing, Teluk Bintuni, Fakfak, hotspot hutan, avtur pemadam

  • Jejak Pendidikan Waled NU: Dayah Ummul Ayman untuk Yatim Aceh hingga Kursi AHWA

    Jejak Pendidikan Waled NU: Dayah Ummul Ayman untuk Yatim Aceh hingga Kursi AHWA

    Nama Tgk KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU Aceh kembali mengemuka setelah perolehan suara tinggi pada pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi di Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Di balik sorotan itu tersimpan sejarah panjang membangun ruang belajar bagi anak-anak yang kehilangan keluarga. Bagi pembaca di Jawa Timur, jejaknya juga menyentuh tradisi pesantren, karena ia pernah menimba ilmu di sejumlah dayah, termasuk di Jombang.

    Berawal dari Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, ia merespons dampak konflik dan Daerah Operasi Militer yang membuat banyak anak kehilangan orang tua serta akses sekolah. Gagasan itu melahirkan lembaga yang kelak dikenal luas di kalangan Nahdliyin.

    Awal berdirinya Dayah Ummul Ayman

    Pada 1990, Waled NU merintis Dayah Ummul Ayman. Nama lembaga diambil dari salah seorang pengasuh Nabi Muhammad SAW. Tujuannya jelas: menjadi pelindung anak yatim agar tidak terjerumus keputusasaan dan keterlantaran.

    Lokasi awal bukan lahan strategis. Ia memilih area di sebelah timur kediamannya yang saat itu terbengkalai—bekas sungai dipenuhi ilalang, sering dipakai warga membuang sampah, dengan kedalaman sekitar tiga meter dari badan jalan. Bersama masyarakat, lahan diuruk bertahap. Bangunan sederhana kemudian berdiri di atas tanah wakaf seluas sekitar 300 meter persegi.

    Fasilitas masih jauh dari memadai. Saat hujan deras, genangan air kerap mengelilingi bangunan. Meski begitu, anak-anak tetap mengaji, memasak, dan makan bersama. Santri korban konflik datang dari berbagai wilayah Aceh, termasuk Aceh Timur dan Pidie.

    Dari panti asuhan menjadi yayasan pendidikan

    Setahun kemudian, pada 1991, lembaga berkembang menjadi yayasan. Pelayanan meluas ke panti asuhan, sekolah, dan pesantren salafiah. Pendidikan dayah dipadukan dengan jalur formal agar santri mendapat bekal agama sekaligus kompetensi umum.

    Prinsip yang dipegang Waled NU diringkas dalam ungkapan “menyekolahkan santri, bukan menyantrikan siswa.” Pendekatan itu menjadi ciri khas Ummul Ayman: dayah tetap inti, sementara sekolah umum diarahkan sebagai pelengkap, bukan sebaliknya.

    Ujian tsunami dan perluasan asrama putri

    Bencana tsunami Desember 2004 menambah beban pengasuhan. Anak-anak yang kehilangan keluarga berdatangan. Saat itu belum ada asrama khusus santriwati, sehingga sekitar 40 anak perempuan ditampung di rumah Waled NU. Dua kamar dipakai sekaligus sebagai tempat tinggal dan ruang belajar.

    Dalam kurun sekitar satu tahun, jumlah santriwati mencapai 80 orang. Fasilitas pun terasa sesak. Ia lalu membeli lahan sekitar tiga hektare di sebelah selatan kompleks putra untuk asrama dan sarana pendidikan perempuan. Hingga 2007, santriwati usia anak yang diasuh mencapai sekitar 100 orang.

    Ummul Ayman tidak hanya menerima yatim. Anak dari keluarga utuh juga dapat belajar dengan skema biaya makan bulanan. Pemasukan itu membantu menopang kebutuhan anak yatim yang tinggal di pesantren.

    Suara muktamirin dan tautan dengan tradisi Jatim

    Puluhan tahun merawat lembaga, nama Waled NU menonjol di Muktamar ke-35. Dalam pemilihan anggota AHWA ia memperoleh 477 suara, menempati posisi kedua dari sembilan kiai terpilih. Perolehan itu di atas KH Miftachul Akhyar (350 suara) dan KH Said Aqil Siroj (273 suara).

    Latar pendidikannya mengakar pada pesantren. Sejak muda ia menempuh studi agama dan melanjutkannya ke sejumlah pondok, termasuk di Jombang, Jawa Timur—wilayah yang akrab bagi warga Surabaya dan sekitarnya sebagai salah satu pusat tradisi nahdliyin. Kini ia dicatat sebagai ulama sepuh pertama dari Aceh yang masuk AHWA pada muktamar tersebut, sebuah kontribusi yang dinilai memperluas jangkauan pendidikan keagamaan nasional.

    Kisah Dayah Ummul Ayman memperlihatkan bahwa kerja pendidikan di tengah konflik dan bencana membutuhkan ketekunan bertahun-tahun, bukan sorotan sesaat. Dari lahan bekas sungai hingga kompleks putra-putri, langkah Waled NU menegaskan peran pesantren sebagai ruang aman sekaligus jalur mobilitas sosial anak-anak Aceh.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: Waled NU, Dayah Ummul Ayman, Muktamar NU, AHWA, pesantren Aceh, tsunami Aceh, santri yatim, Jombang

  • Puan Jadikan HUT DPR ke-81 Ajang Evaluasi Manfaat Nyata bagi Warga

    Puan Jadikan HUT DPR ke-81 Ajang Evaluasi Manfaat Nyata bagi Warga

    Peringatan HUT ke-81 DPR RI dimanfaatkan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk menagih ulang seberapa dekat lembaga legislatif dengan kebutuhan warga, bukan sekadar menghitung volume pekerjaan formal. Pesan itu ia sampaikan saat Rapat Paripurna penyampaian laporan kinerja Tahun Sidang 2025–2026 di Jakarta, Selasa, 1 September 2026. Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur, penekanan pada manfaat terasa relevan karena aspirasi daerah kerap diuji lewat fungsi pengawasan dan anggaran nasional.

    Puan menegaskan ukuran keberhasilan parlemen tidak berhenti pada daftar rapat atau dokumen yang selesai. Yang lebih penting, kata dia, adalah apakah hasil kerja itu benar-benar berbuah bagi kehidupan masyarakat. Ia menolak memandang usia lembaga hanya sebagai jarak tempuh administratif.

    Makna 81 Tahun: Dekat dengan Rakyat, Bukan Sekadar Berjalan

    Dalam sidang paripurna tersebut, Puan menyampaikan bahwa 81 tahun perjalanan DPR RI bukan soal sudah seberapa jauh lembaga ini melangkah. Intinya justru seberapa dekat langkah itu dengan rakyat. Kedaulatan rakyat, menurutnya, tidak boleh berakhir pada hak memilih saat pemilu saja.

    Aspirasi warga, perlindungan hak, dan upaya menaikkan kesejahteraan harus tampak dalam kerja legislasi, penganggaran, pengawasan, hingga diplomasi parlemen. Dengan kerangka itu, HUT dijadikan titik evaluasi, bukan seremoni kosong.

    Ruang Berbenah di Empat Fungsi Utama Parlemen

    Puan mengakui masih terbuka banyak ruang perbaikan. DPR, ujarnya, perlu menaikkan mutu pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen. Pengakuan ini disampaikan terbuka di hadapan sidang yang juga menandai ulang tahun lembaga.

    Ia menempatkan kritik publik sebagai bagian wajar hubungan demokratis. Kritik tidak otomatis berarti jarak yang melebar antara warga dan DPR. Sebaliknya, masukan itu dijaga agar parlemen tetap menempel pada aspirasi dan realitas hidup sehari-hari masyarakat.

    9.205 Pengaduan Masuk Sepanjang Tahun Sidang

    Sepanjang Tahun Sidang 2025–2026, DPR mencatat 9.205 pengaduan masyarakat. Rinciannya meliputi 7.055 pengaduan lewat surat, 2.011 melalui situs web DPR, dan 139 lewat alat kelengkapan dewan. Seluruh masukan itu diteruskan ke alat kelengkapan untuk ditindaklanjuti, termasuk lewat rekomendasi kepada pemerintah.

    • 7.055 pengaduan disampaikan melalui surat
    • 2.011 pengaduan masuk lewat situs web DPR
    • 139 pengaduan melalui alat kelengkapan dewan

    Angka tersebut dijadikan bahan evaluasi kinerja. Puan memastikan setiap kritik dan usulan akan mendorong perbaikan serta transformasi agar harapan rakyat lebih terpenuhi. Pola ini penting dipantau publik di daerah, termasuk Surabaya, agar kanal pengaduan nasional tetap responsif terhadap persoalan yang bersinggungan dengan kebijakan pusat.

    Kepercayaan Publik Bertumpu pada Konsistensi Kerja

    Kedekatan dengan masyarakat, menurut Puan, dibuktikan lewat kerja nyata, bukan rangkaian pernyataan. Kepercayaan rakyat tumbuh dari konsistensi: aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, lalu manfaat yang benar-benar dirasakan.

    Dengan kata lain, laporan kinerja dan peringatan HUT hanya berarti jika warga melihat hasilnya di lapangan. DPR diminta menjaga kesinambungan antara masukan publik dan keputusan kelembagaan agar hubungan demokratis tidak berhenti di wacana.

    Secara keseluruhan, arah yang digariskan Ketua DPR menempatkan HUT ke-81 sebagai pengingat bahwa parlemen diukur dari faedah sosial. Publik, termasuk di Jawa Timur, dapat menjadikan standar itu sebagai acuan saat menilai produk hukum, pengawasan anggaran, dan respons terhadap pengaduan ke depan.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: HUT DPR, Puan Maharani, DPR RI, pengaduan masyarakat, parlemen, laporan kinerja DPR, Rapat Paripurna

  • Desakan Keadilan Menguat: Aksi Simbolik Aktivis di Depan Komnas HAM

    Desakan Keadilan Menguat: Aksi Simbolik Aktivis di Depan Komnas HAM

    Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Sedunia kembali menjadi momentum bagi aktivis hak asasi manusia untuk menyuarakan tuntutan keadilan. Di Jakarta, aksi simbolik digelar di depan kantor Komnas HAM pada Senin, 31 Agustus 2026, dengan pesan tegas agar praktik penghilangan paksa tak lagi terulang dan kasus-kasus lama segera dituntaskan. Isu ini relevan bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur yang mengikuti perkembangan penegakan HAM di tingkat nasional.

    Makna Peringatan dan Inti Tuntutan Aktivis

    Hari peringatan internasional tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan publik dan negara bahwa penghilangan paksa merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi. Dalam aksi di muka kantor Komnas HAM, para aktivis menekankan dua hal utama: pencegahan agar tidak ada lagi korban baru, serta penyelesaian hukum atas peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia.

    Pesan tersebut disampaikan secara simbolik agar perhatian publik tetap terjaga. Mereka menilai bahwa tanpa kepastian hukum, keluarga korban akan terus hidup dalam ketidakpastian, sementara kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum bisa melemah.

    Lokasi Aksi di Depan Kantor Komnas HAM Jakarta

    Pemilihan lokasi di depan kantor Komnas HAM bukan tanpa alasan. Lembaga itu memiliki mandat pemantauan dan advokasi hak asasi manusia, sehingga menjadi ruang yang tepat untuk menyuarakan desakan penyelesaian. Aksi berlangsung di ibu kota pada Senin tersebut, dengan fokus pada seruan agar negara hadir secara nyata dalam menuntaskan berkas-berkas yang masih terbuka.

    Bagi warga Surabaya yang memantau isu nasional, momen ini mengingatkan bahwa isu penghilangan paksa bukan sekadar urusan pusat. Dampaknya menyentuh rasa keadilan kolektif, termasuk di daerah, karena setiap warga negara berhak atas perlindungan yang sama di mata hukum.

    Mengapa Penuntasan Kasus Lama Tetap Mendesak

    Kasus penghilangan paksa yang belum selesai sering meninggalkan luka berkepanjangan bagi keluarga. Tanpa kejelasan nasib korban dan proses hukum yang transparan, proses rekonsiliasi sosial sulit berjalan utuh. Aktivis dalam aksi itu menegaskan bahwa keadilan bukan hanya soal vonis, melainkan juga soal pengungkapan kebenaran dan pemulihan martabat korban.

    Di sisi lain, penuntasan dinilai penting untuk memperkuat komitmen Indonesia terhadap standar hak asasi manusia. Langkah konkret dari lembaga terkait, termasuk Komnas HAM dan aparat penegak hukum, diharapkan mampu memberi sinyal bahwa negara tidak abai terhadap catatan masa lalu.

    • Pencegahan agar tidak muncul korban baru
    • Pengungkapan fakta dan kepastian hukum bagi keluarga
    • Pemulihan martabat serta jaminan non-pengulangan

    Relevansi bagi Publik Jawa Timur dan Surabaya

    Meskipun aksi berlangsung di Jakarta, isu penghilangan paksa menyangkut rasa aman seluruh warga, termasuk di Jawa Timur. Pembaca di Surabaya dapat memaknai peringatan ini sebagai pengingat pentingnya pengawasan publik terhadap kebijakan HAM. Partisipasi sipil yang sehat membantu menjaga agar komitmen anti-penghilangan paksa tidak berhenti pada seremoni tahunan.

    Media daerah seperti Kabar Jatim memandang perlu menyajikan perkembangan nasional semacam ini agar masyarakat setempat tetap terhubung dengan agenda keadilan yang lebih luas. Transparansi dan keberlanjutan penanganan kasus menjadi harapan bersama lintas kota.

    Pada akhirnya, aksi simbolik di depan Komnas HAM itu menegaskan satu hal: peringatan internasional hanya bermakna jika diikuti langkah nyata. Desakan agar tidak ada lagi penghilangan paksa, serta penuntasan kasus yang pernah terjadi, menjadi pekerjaan rumah yang terus digaungkan aktivis kepada negara. Publik di Surabaya dan seluruh Indonesia pantas menanti respons yang lebih tegas dan terukur.

    Sumber: Okezone.

    Tag: penghilangan paksa, Komnas HAM, hak asasi manusia, aksi aktivis, keadilan, Jakarta, peringatan internasional, penuntasan kasus

  • Misteri Dapur dan Rasa: Serial Kriminal Kuliner VISION+ My Chef In Crime

    Misteri Dapur dan Rasa: Serial Kriminal Kuliner VISION+ My Chef In Crime

    Penonton serial di Surabaya dan Jawa Timur kini punya pilihan hiburan baru yang menggabungkan ketegangan kriminal dengan dunia dapur. My Chef In Crime, original series VISION+, menempatkan pembunuhan seorang chef selebritas sebagai titik tolak misteri yang diurai lewat rasa, teknik masak, dan bukti yang tak biasa.

    Cerita dibuka dengan temuan mayat Chef Anthony Fahrozi, pemilik restoran Krakatoa, di dapurnya sendiri. Beberapa jam sebelumnya, rekaman CCTV menangkap kehadiran Rama—diperankan Roy Sungkono—chef sekaligus pemilik restoran keluarga Kalu Warga. Ia sempat bertengkar dengan Chef Tony di lokasi, sehingga posisinya langsung menjadi sorotan penyidik.

    Dari tersangka utama hingga mitra investigasi

    Vita, penyidik kepolisian yang diperankan Sintya Marisca, menilai bukti yang menuding Rama belum cukup kuat. Hasil autopsi menambah lapisan baru: tubuh Chef Tony mengandung tetrodotoxin, racun yang jarang muncul dalam kasus biasa dan membuka ruang spekulasi soal bahan makanan atau racun laut.

    Di titik itu Rama menawarkan keahliannya. Ia membantu membaca petunjuk yang mungkin terlewat jika hanya ditelisik dari sudut pandang forensik konvensional: aroma, residu bumbu, teknik pengolahan, hingga cara racun bisa “tersembunyi” di balik hidangan. Pendekatan ini menjadi pembeda serial ini dari drama kriminal pada umumnya.

    Perpaduan kuliner, keluarga, dan humor

    My Chef In Crime tidak berhenti pada teka-teki siapa pembunuhnya. Narasi turut mengangkat persaingan di industri kuliner, gesekan dalam keluarga, serta dinamika personal antara Rama dan Vita. Ketegangan kasus dibarengi momen ringan dan kehangatan, sehingga perjalanan keduanya terasa lebih dekat dan manusiawi bagi penonton.

    Pertanyaan yang terus digantungkan kepada penonton cukup tajam: siapa sebenarnya dalang kematian Chef Anthony? Mengapa bahan dan teknik memasak terus muncul sebagai jejak? Sejauh mana intuisi seorang chef bisa mengalahkan asumsi awal penyidikan?

    Jadwal tayang dan cara menonton di VISION+

    Serial original ini dapat disaksikan di platform VISION+ dan dijadwalkan rilis episode baru setiap hari Jumat. Bagi penikmat konten berbayar, layanan VISION+ Premium dipasarkan dengan paket mulai Rp20.000 per bulan, sehingga akses ke judul original seperti ini relatif terjangkau untuk ditonton di rumah, termasuk di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

    • Judul: My Chef In Crime
    • Platform: VISION+
    • Pemeran utama: Roy Sungkono (Rama), Sintya Marisca (Vita)
    • Genre: kriminal, kuliner, drama
    • Rilis episode: setiap Jumat

    Mengapa serial ini relevan bagi penonton daerah

    Budaya kuliner Indonesia—termasuk selera penikmat makanan di Jawa Timur—membuat latar dapur dan restoran terasa akrab. Ketika misteri dibangun lewat “bahasa rasa”, penonton tidak hanya mengikuti siapa tersangka, tetapi juga belajar membaca detail yang biasanya luput: bagaimana racun, bahan, dan teknik bisa menjadi alat bukti naratif.

    Dengan formula yang memadukan investigasi, persaingan dapur, dan hubungan antar tokoh, My Chef In Crime menawarkan hiburan serial yang berbeda dari sekadar adegan masak atau whodunit klasik. Penonton diajak menahan spoiler dan mengikuti perkembangan kasus dari episode ke episode.

    Ringkasnya, serial ini cocok bagi yang mencari drama kriminal berlatar kuliner dengan tokoh chef yang ikut mengurai pembunuhan. Saksikan kelanjutannya hanya di VISION+, dan ikuti jejak Rama serta Vita hingga dalang di balik kematian Chef Anthony terungkap.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: My Chef In Crime, VISION+, serial kriminal, Roy Sungkono, Sintya Marisca, drama kuliner, hiburan streaming, original series

  • Jenazah Korban Banjir Bandang Himalaya Mulai Dikremasi di Chitwan

    Jenazah Korban Banjir Bandang Himalaya Mulai Dikremasi di Chitwan

    Bencana banjir bandang Nepal yang melanda kawasan Himalaya memaksa pihak berwenang memulai proses kremasi serta pemakaman massal bagi para korban jiwa. Langkah tersebut diambil setelah angka kematian resmi mencapai setidaknya 797 orang, sementara pencarian terhadap ribuan warga yang hilang masih berlanjut.

    Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur, berita kemanusiaan ini menjadi pengingat betapa cepatnya bencana hidrometeorologi dapat menelan korban dalam skala besar di wilayah pegunungan. Informasi perkembangan penanganan jenazah dan evakuasi terus dipantau lewat laporan internasional.

    Kremasi digelar di Distrik Chitwan

    Pada 31 Agustus 2026, petugas kesehatan mengangkut sejumlah jenazah untuk dikremasi di Distrik Chitwan. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat agar jenazah dapat segera dimakamkan sesuai prosedur setempat dan kondisi lapangan yang sulit.

    Sehari sebelumnya, pemakaman massal juga telah berlangsung di Devghat, Chitwan. Lokasi ini dipilih karena akses relatif memungkinkan bagi keluarga korban dan tim medis yang menangani identifikasi serta pengurusan jenazah.

    Tim penyelamat terus sisir kawasan berlumpur

    Meski prosesi pemakaman sudah berjalan, tim penyelamat tidak menghentikan operasi. Mereka masih menyisir kawasan yang tertutup lumpur tebal untuk mencari korban yang belum ditemukan. Medan Himalaya yang terjal dan material longsoran memperlambat laju pencarian.

    Kondisi cuaca dan infrastruktur yang rusak membuat mobilisasi alat berat serta tenaga relawan harus dilakukan secara bertahap. Setiap temuan jenazah langsung diarahkan ke jalur penanganan di Chitwan agar tidak menumpuk di lokasi bencana.

    Lebih dari 3.000 orang masih hilang

    Data yang dihimpun menunjukkan lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang di wilayah Nepal dan Tibet. Angka ini mencakup warga setempat serta mereka yang sempat berada di jalur perjalanan atau permukiman dekat aliran sungai saat banjir bandang menerjang.

    Keluarga korban menanti kepastian, sementara otoritas setempat menghimbau agar informasi orang hilang tetap dilaporkan melalui posko resmi. Verifikasi identitas menjadi tantangan tersendiri karena banyak dokumen ikut hanyut atau rusak.

    Dampak kemanusiaan dan langkah darurat

    Selain urusan jenazah, pemerintah Nepal dan lembaga bantuan fokus pada pengungsi yang kehilangan tempat tinggal. Kebutuhan air bersih, tenda, serta layanan kesehatan mendesak dipenuhi agar tidak timbul wabah di lokasi pengungsian.

    Banjir bandang di kawasan Himalaya kerap dipicu curah hujan ekstrem dan kondisi topografi curam. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya sistem peringatan dini serta tata ruang di wilayah rawan longsor dan luapan sungai pegunungan.

    Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kecepatan pencarian, identifikasi korban, dan pemulihan akses ke desa-desa terisolasi. Laporan dari Chitwan menjadi rujukan utama terkait penanganan jenazah dalam beberapa hari ke depan.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: banjir bandang Nepal, kremasi Chitwan, korban Himalaya, bencana Nepal, orang hilang Tibet, pemakaman massal, Devghat

  • Sinabung Semburkan Abu Hitam 3,5 Km, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

    Sinabung Semburkan Abu Hitam 3,5 Km, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

    Erupsi Gunung Sinabung kembali tercatat pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, dengan kolom abu vulkanik yang menjulang sekitar 3,5 kilometer di atas puncak. Gunung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu memuntahkan material berwarna hitam berintensitas tebal dan condong ke arah timur serta tenggara. Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur yang kerap merencanakan perjalanan ke Sumatera, informasi ini relevan untuk memantau kondisi destinasi dan jalur transportasi udara di wilayah tersebut.

    Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi mulai terekam pukul 10.17 WIB. Saat keterangan disampaikan, proses erupsi masih berlangsung. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 120 mm dengan durasi sementara sekitar satu jam satu menit 48 detik.

    Status Level II dan larangan memasuki desa relokasi

    Meskipun erupsi terbilang kuat dari sisi ketinggian kolom abu, Gunung Sinabung saat ini masih ditetapkan pada status Level II atau Waspada. Badan Geologi menegaskan masyarakat dan wisatawan tidak boleh beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko paparan abu dan material vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan.

    Pemantauan terus dilakukan agar perubahan pola gempa atau visual asap dapat segera direspons. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pos pengamatan menjadi kunci agar informasi sampai ke warga secara cepat dan akurat.

    Zona bahaya tiga kilometer dan sektor selatan-tenggara

    Selain desa relokasi, masyarakat dilarang memasuki zona bahaya dengan radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Larangan serupa berlaku di wilayah sektoral sejauh 4,5 kilometer ke arah selatan-tenggara. Batas ini ditetapkan berdasarkan evaluasi potensi aliran piroklastik dan sebaran abu pada arah angin yang dominan saat kejadian.

    Warga yang bermukim atau berkegiatan di sekitar kawasan tersebut diminta mematuhi rambu dan arahan petugas lapangan. Pengabaian zona aman berpotensi meningkatkan risiko terpapar material erupsi yang masih aktif terekam.

    Waspada banjir lahar dingin di aliran sungai

    Badan Geologi juga mengingatkan penduduk di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar dingin. Material vulkanik yang mengendap di lereng dapat terangkut air hujan dan mengalir cepat ke hilir, terutama saat intensitas curah hujan meningkat.

    • Hindari beraktivitas di bantaran sungai saat dan setelah hujan lebat.
    • Perhatikan informasi dini dari pos pengamatan dan pemerintah kabupaten.
    • Siapkan jalur evakuasi keluarga jika tinggal di area rawan lahar.

    Antisipasi lahar dingin bersifat jangka menengah setelah erupsi, sehingga kewaspadaan tidak hanya dibutuhkan pada hari kejadian, tetapi juga pada periode hujan berikutnya.

    Koordinasi Pemkab Karo dengan PVMBG

    Pemerintah Kabupaten Karo diminta aktif berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sinergi ini penting untuk memperbarui data visual, seismik, dan sebaran abu agar keputusan mitigasi tetap berbasis bukti lapangan.

    Bagi warga perantauan asal Karo yang tinggal di Surabaya maupun kota lain di Jawa Timur, mengikuti kanal resmi pemerintah daerah dan Badan Geologi dapat membantu memastikan keselamatan keluarga di kampung halaman. Travelers yang dijadwalkan menuju Bandara Kualanamu atau kawasan wisata Danau Toba juga disarankan mengecek pembaruan status gunung api sebelum berangkat.

    Dengan status masih Level II, pembatasan radius dan sektor bahaya tetap menjadi rujukan utama. Masyarakat diharapkan tidak mendekati puncak, mematuhi zona aman, dan siaga terhadap potensi lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Sinabung. Pemantauan berkelanjutan akan menentukan apakah status naik, turun, atau bertahan pada tingkat waspada.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: erupsi Sinabung, Gunung Sinabung Karo, abu vulkanik, status waspada, zona bahaya, lahar dingin, Badan Geologi, Sumatera Utara

  • Setelah Guncangan M7,7 Flores, BMKG Pantau Ribuan Gempa Susulan hingga Akhir Agustus 2026

    Setelah Guncangan M7,7 Flores, BMKG Pantau Ribuan Gempa Susulan hingga Akhir Agustus 2026

    Gempa susulan Flores menjadi fokus pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setelah guncangan utama berkekuatan M7,7 mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur. Hingga Senin, 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, lembaga itu mencatat total 10.232 kejadian susulan. Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur, data ini penting sebagai rujukan kewaspadaan terhadap dinamika seismik di wilayah timur Indonesia yang kerap memengaruhi perhatian nasional.

    Angka tersebut menggambarkan intensitas aktivitas sesar dan lempeng di sekitar Flores pasca peristiwa utama. Magnitudo susulan terbesar yang terekam mencapai M6,2, sementara yang terkecil berada di M1,0. Dari keseluruhan rangkaian, sebanyak 35 peristiwa ber magnitudo di atas M5, dan 157 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Data resmi BMKG hingga 31 Agustus 2026

    Pemantauan berkesinambungan dilakukan untuk memetakan sebaran hiposenter dan frekuensi harian. Hasilnya menunjukkan volume susulan yang sangat tinggi pada fase awal, lalu mulai mengarah pada pola yang lebih terkendali. Informasi ini bersumber dari rilis resmi yang merangkum kondisi hingga dini hari Senin tersebut.

    Selain jumlah total, perhatian juga diarahkan pada gempa yang benar-benar terasa di permukaan. Angka 157 peristiwa dirasakan menandakan bahwa sebagian aktivitas masih cukup dekat atau cukup kuat untuk menimbulkan getaran di permukiman, meski tidak semua berpotensi merusak.

    Pola peluruhan mulai terlihat

    Berdasarkan grafik peluruhan aktivitas, BMKG menilai frekuensi gempa susulan mulai menunjukkan tren penurunan. Indikasi itu menjadi sinyal bahwa energi di zona patahan perlahan mereda, meski belum hilang sepenuhnya. Penurunan kuantitas harian menjadi acuan teknis untuk memperkirakan fase berikutnya.

    Meski pola menurun sudah terdeteksi, rangkaian susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu ke depan. Proyeksi durasi ini disusun agar pemerintah daerah dan warga tetap menjaga kesiapsiagaan tanpa panik berlebihan.

    Pernyataan pejabat BMKG di fase awal

    Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa pada periode awal pascagempa utama, aktivitas susulan masih relatif tinggi. Saat itu, pola peluruhan signifikan belum terlihat jelas. Pernyataan tersebut menjadi latar mengapa pemantauan intensif terus digelar hingga akhir Agustus.

    Dengan pembaruan data terbaru, kondisi lapangan lebih terukur. Warga di kawasan terdampak, termasuk area di Kabupaten Ende yang sempat mengalami kerusakan rumah, diimbau mengikuti informasi resmi dan menghindari zona rawan longsor atau bangunan retak.

    Implikasi kewaspadaan bagi publik Jatim

    Meskipun pusat guncangan berada di Flores, NTT, berita seismik berskala besar kerap menjadi perhatian warga Surabaya dan Jawa Timur, terutama keluarga yang memiliki kerabat di kawasan timur atau pelaku perjalanan laut dan udara. Memahami angka resmi BMKG membantu membedakan rumor dan fakta.

    • Total susulan tercatat: 10.232 kejadian
    • Magnitudo maksimum susulan: M6,2
    • Gempa di atas M5: 35 kejadian
    • Yang dirasakan warga: 157 kejadian
    • Perkiraan sisa aktivitas: sekitar 3–4 minggu

    Ringkasan di atas menegaskan pentingnya merujuk sumber resmi. Koordinasi antara BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah tetap menjadi kanal utama untuk update korban, pengungsi, serta kondisi infrastruktur.

    Ke depan, publik dianjurkan memantau rilis berkala BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang belum diverifikasi. Kesiapsiagaan sederhana—seperti menyiapkan tas siaga dan jalur evakuasi keluarga—tetap relevan selama periode susulan masih aktif di kawasan Flores.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: gempa Flores, gempa susulan NTT, BMKG, Flores NTT, seismik Indonesia, kewaspadaan gempa, Ende NTT, update gempa

  • Tagihan Rp 158 Miliar Cair, Kepastian Kerja 59 Ribu Karyawan Pos Terjaga

    Tagihan Rp 158 Miliar Cair, Kepastian Kerja 59 Ribu Karyawan Pos Terjaga

    Kepastian atas hak karyawan Pos kembali menguat setelah tagihan senilai Rp 158 miliar dari Kementerian Sosial diterima PT Pos Indonesia. Dana tersebut masuk ke rekening perusahaan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dan menyentuh kepentingan sekitar 59 ribu pekerja aktif serta pensiunan di berbagai wilayah, termasuk jaringan layanan di Jawa Timur dan Surabaya.

    Manajemen perusahaan menilai pencairan ini menutup kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan karyawan terkait kelangsungan hak normatif. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Iskandar Kunaefi, menegaskan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada lembaga legislatif yang mendorong penyelesaian tanpa berlarut-larut.

    Apresiasi manajemen dan serikat pekerja

    Iskandar menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, serta Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade. Ketiganya dinilai aktif mengawal agar pembayaran utang jasa pos kepada Kemensos segera tuntas berdasarkan hasil audit.

    Sikap serupa datang dari Ketua Umum Serikat Pekerja Pos Indonesia, Iwan Suryanegara. Ia mewakili pekerja dan pengurus mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPR, Menteri Keuangan, serta pihak terkait lain yang memfasilitasi proses hingga dana benar-benar diterima perusahaan. Menurutnya, perlindungan pekerjaan menjadi hal paling mendesak bagi ribuan keluarga karyawan.

    Awal mula dari dialog di Senayan

    Persoalan mencuat setelah perwakilan karyawan dan serikat pekerja menyampaikan aspirasi dalam dialog di Ruang Pimpinan DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 26 Agustus 2026. Mereka mengungkap tekanan keuangan perusahaan yang berpotensi mengganggu kepastian hak dan arah bisnis ke depan.

    DPR memandang isu ini mendesak karena menyangkut sekitar 31 ribu karyawan aktif dan 28 ribu pensiunan. Komisi VI kemudian mendorong percepatan pencairan Rp 158 miliar yang merupakan tagihan PT Pos kepada Kementerian Sosial. Sufmi Dasco Ahmad menekankan bahwa dana tersebut adalah pelunasan utang atas layanan yang sudah dijalankan, bukan skema talangan, sehingga penundaannya tidak seharusnya berkepanjangan.

    Koordinasi kementerian hingga realisasi dana

    Setelah aspirasi diterima, DPR mengawal koordinasi lintas kementerian dan lembaga hingga pembayaran terealisasi pada akhir Agustus 2026. Langkah itu memberi ruang napas bagi operasional PT Pos, termasuk layanan kiriman, logistik, dan penyaluran yang banyak diandalkan masyarakat di kota-kota besar seperti Surabaya.

    Bagi pembaca di Jawa Timur, kepastian arus kas BUMN perposan ini relevan karena jaringan kantor pos tetap menjadi tulang punggung distribusi dokumen, paket, dan sejumlah program pemerintah di daerah. Stabilitas hak pekerja di pusat turut memengaruhi kelancaran layanan di cabang-cabang regional.

    • Nilai tagihan yang dibayar: Rp 158 miliar
    • Penerima manfaat: sekitar 59 ribu pekerja aktif dan pensiunan
    • Dasar pencairan: hasil audit tagihan ke Kemensos
    • Status dana: pelunasan utang jasa, bukan talangan

    Pengawasan penyehatan perusahaan berlanjut

    Komisi VI DPR RI menyatakan fungsi pengawasan tidak berhenti pada satu kali pencairan. Fokus berikutnya mencakup proses penyehatan PT Pos Indonesia, penyelesaian kewajiban lain yang masih tertunda, serta jaminan agar hak pekerja tidak kembali terancam oleh persoalan serupa.

    Dasco menegaskan penyelesaian harus menjangkau tata kelola yang lebih tertib agar tekanan kas tidak berulang dan menimpa karyawan. Manajemen diharapkan menjaga disiplin operasional sambil memastikan hak normatif tetap terlindungi.

    Dengan masuknya dana Rp 158 miliar, perusahaan setidaknya memperoleh kepastian jangka pendek untuk memenuhi komitmen kepada pekerja dan pensiunan. Publik, termasuk pengguna layanan pos di Surabaya dan sekitarnya, kini menanti tindak lanjut penyehatan agar layanan tetap andal dan hak tenaga kerja terjaga secara berkelanjutan.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: PT Pos Indonesia, hak karyawan, DPR RI, Kemensos, pembayaran tagihan, serikat pekerja, Komisi VI, Surabaya

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda