Kesempatan meraih beasiswa maritim Inggris kembali terbuka bagi warga negara Indonesia. Melalui skema Chevening-Babcock Scholarship, kandidat dapat menempuh pendidikan magister (S2) secara penuh di Inggris Raya dengan fokus pengembangan sektor kelautan dan industri maritim. Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur yang dekat dengan aktivitas pelabuhan serta industri perkapalan, program ini relevan untuk penguatan kapasitas profesional.
Program tersebut merupakan bagian dari UK-Indonesia Maritime Partnership Programme (MPP). Kerja sama bilateral ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pertahanan maritim, perikanan, pengembangan industri, serta peningkatan keahlian tenaga ahli. Dengan demikian, penerima beasiswa diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan di ekosistem maritim nasional.
Fokus studi dan bidang yang ditawarkan
Calon penerima dapat memilih sejumlah program studi yang terkait langsung dengan kebutuhan industri modern. Pilihan mencakup Shipbuilding and Design, Naval Architecture, AI and Automation, Advanced Manufacturing, System Integration, Environmental Sustainability, Fisheries Management, Supply Chain Management, serta Project Management dengan orientasi maritim.
Rentang bidang itu memberi ruang bagi lulusan teknik, manajemen, perikanan, hingga praktisi yang ingin memperdalam teknologi dan tata kelola rantai pasok laut. Perspektif global yang diperoleh di Inggris diharapkan melengkapi pengalaman kerja yang sudah dimiliki di dalam negeri, termasuk di kawasan industri dan pelabuhan besar seperti Tanjung Perak di Surabaya.
Kuota, sasaran penerima, dan pernyataan koordinator
Dalam tiga tahun ke depan disediakan 30 beasiswa penuh untuk warga negara Indonesia, dengan alokasi 10 penerima setiap tahunnya. Sasaran utamanya adalah profesional muda, akademisi, dan calon pemimpin di sektor maritim yang siap mengembangkan kapabilitas diri sekaligus berkontribusi setelah kembali ke tanah air.
Chevening Scholarship and Alumni Coordinator, Vonny Lisayani, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu. Menurut penjelasannya pada Selasa, 8 September 2026, skema tersebut juga mendorong lahirnya talenta muda yang diharapkan mampu mendorong inovasi serta perkembangan ekosistem maritim yang berkelanjutan di Indonesia.
Syarat utama yang harus dipenuhi
Selain memilih program studi yang sesuai, pelamar wajib memenuhi persyaratan inti. Mereka harus berstatus WNI, memiliki ijazah sarjana (S1), dan mengumpulkan pengalaman kerja minimal 2.800 jam setelah lulus S1. Pengalaman itu dapat berasal dari pekerjaan penuh waktu maupun paruh waktu, kegiatan sukarela, serta magang berbayar atau tidak berbayar.
- Warga negara Indonesia dengan ijazah S1
- Pengalaman kerja minimal 2.800 jam pasca-kelulusan S1
- Minat dan latar belakang yang relevan dengan sektor maritim
- Kesiapan menempuh studi magister di Inggris sesuai ketentuan program
Ketentuan jam kerja yang fleksibel membuka peluang bagi praktisi di pelabuhan, galangan, logistik laut, lembaga riset, maupun organisasi yang bergerak di perikanan dan keberlanjutan lingkungan laut.
Cakupan pembiayaan dan jaringan alumni
Sebagai beasiswa penuh, Chevening-Babcock Scholarship menanggung biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat pulang-pergi Indonesia–Inggris, biaya visa pelajar, serta tunjangan kedatangan dan kepulangan sesuai aturan program. Dukungan finansial tersebut dirancang agar penerima dapat fokus pada studi dan pengembangan jejaring profesional.
Penerima juga bergabung dalam komunitas alumni Chevening global. Jaringan ini mempertemukan profesional dan pemimpin dari berbagai negara serta sektor, sehingga memudahkan pertukaran gagasan, kolaborasi riset, dan peluang karier lintas batas setelah studi selesai.
Bagi talenta Surabaya dan Jawa Timur yang berkiprah di bidang pelabuhan, perkapalan, perikanan, atau rantai pasok maritim, informasi resmi dan jadwal pendaftaran perlu dipantau sejak dini. Persiapan dokumen akademik, rekam jejak kerja, serta rencana kontribusi pasca-studi menjadi kunci agar peluang beasiswa penuh ini dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan diri dan penguatan industri maritim nasional.
Sumber: Sindo News.

Leave a Reply