Pembinaan kompetisi atlet muda di tingkat pelajar kembali disorot usai turnamen bola voli antarklub digelar di Jakarta Timur. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, bakat olahraga usia sekolah baru tumbuh optimal bila ada ruang bertanding yang rutin, bukan hanya ajang sekali jalan. Pesan itu relevan juga bagi kota-kota besar di Jawa Timur, termasuk Surabaya, yang banyak menyuplai atlet pelajar ke kancah regional.
Kegiatan tersebut diikuti delapan klub dan berlangsung di GOR Youth Center Otista, Jakarta Timur. Sejumlah peserta masih berstatus siswa SMA. Menurut AHY, status pelajar justru menuntut pola pembinaan yang menyambungkan latihan harian dengan pengalaman kompetisi yang terukur.
Latihan rutin dan ruang bertanding tak bisa dipisahkan
AHY menyampaikan, mencari atlet berbakat dari berbagai jalur harus diikuti kesempatan tampil secara berkala. Kompetisi menjadi laboratorium bagi teknik, taktik, serta mental bertanding. Tanpa frekuensi yang memadai, potensi pelajar sulit naik kelas ke level yang lebih tinggi.
Ia menambahkan, olahraga membentuk sportivitas, disiplin, semangat, dan rasa persaudaraan. Energi positif di lapangan, kata dia, lahir dari kompetisi yang dijalankan secara adil dan berkesinambungan. Turnamen sesaat saja dinilai belum cukup menopang pengembangan jangka panjang.
Dukungan pemerintah dan pembangunan SDM
AHY berharap model kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda momental. Pembinaan atlet muda, menurutnya, membutuhkan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan lain agar jadwal latihan dan pertandingan tetap berjalan.
Ia mengaitkan isu ini dengan pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga peningkatan kapasitas generasi muda melalui jalur olahraga yang terencana. Pendekatan itu sejalan dengan kebutuhan daerah lain yang giat menggembleng atlet sekolah.
Juara turnamen dan usulan tim All Stars
Di ajang tersebut, PBV Paja One keluar sebagai juara. AHY mengusulkan agar pemain-pemain terbaik dihimpun dalam skuad All Stars. Skuad itu diharapkan mendapat pengalaman berharga dengan bertanding melawan klub LavAni yang dibina Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Usulan tersebut disampaikan agar talenta hasil seleksi turnamen tidak berhenti di podium, melainkan mendapat tantangan bertaraf lebih tinggi. Pengalaman menghadapi klub mapan dinilai penting sebelum atlet muda menapaki kompetisi yang lebih ketat.
Pesan kebersamaan dari pengurus DKI
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono menilai turnamen mempertemukan atlet dari berbagai wilayah ibu kota dalam format antarklub. Di lapangan mereka bersaing sungguh-sungguh, namun setelah pertandingan tetap menjunjung persaudaraan. Ia menyebut ajang itu sebagai simbol kebersamaan.
Mujiyono, yang juga Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, menekankan nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan kebersamaan sebagai pesan utama. Keberlanjutan kompetisi dan latihan menjadi faktor kunci, terutama bagi atlet yang masih berusia sekolah, sebagai jembatan menuju level lebih tinggi.
Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur, arah kebijakan pembinaan semacam ini bisa menjadi cermin: klub sekolah, pengurus cabang olahraga, dan pemda perlu menjaga kalender kompetisi agar bakat lokal tidak mandek di tahap pengenalan saja. Kolaborasi lintas pihak tetap menjadi syarat agar atlet pelajar punya jalur naik yang jelas.
Sumber: Republika.
