Tag: edukasi masyarakat

  • Pendampingan Komunitas Jadi Kunci BBPOM Aceh Jaga Keamanan Pangan

    Pendampingan Komunitas Jadi Kunci BBPOM Aceh Jaga Keamanan Pangan

    Upaya menekan risiko penyakit akibat zat berbahaya dalam makanan kembali digencarkan di Provinsi Aceh. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menegaskan pentingnya membangun kebiasaan pangan aman di tingkat desa dan pasar, sebuah isu yang juga relevan bagi konsumen di kota besar seperti Surabaya yang kerap membeli produk olahan lintas daerah.

    Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani, di Banda Aceh, Kamis, menjelaskan bahwa penguatan budaya tersebut dijalankan lewat kegiatan Pengawalan Desa Pangan Aman serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Sebanyak 30 peserta dilibatkan agar program yang sudah mendapat intervensi sebelumnya tidak terhenti di tengah jalan.

    Kolaborasi hingga Tingkat Gampong

    Marina menekankan, keberlanjutan keamanan pangan tidak cukup hanya diurus lembaga pemerintah. Masyarakat sampai level gampong perlu ikut aktif supaya pengetahuan yang sudah disampaikan benar-benar dipakai dalam praktik harian, mulai dari memilih bahan hingga menyajikan makanan.

    Menurutnya, tanpa kerja sama lintas pihak, edukasi mudah menguap setelah kegiatan selesai. Karena itu BBPOM Aceh mendorong seluruh pemangku kepentingan menjaga komitmen yang sama, bukan sekadar mengejar target program sesaat.

    Monitoring Rutin dan Materi Pendampingan

    Selain pertemuan peserta, lembaga tersebut melakukan monitoring, evaluasi, edukasi, dan pendampingan secara berkala. Tujuannya agar warga semakin mandiri mengenali pangan berisiko serta mencegah paparan bahan yang membahayakan kesehatan.

    Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapat penguatan materi seputar Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), konsep Desa Pangan Aman, ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya, serta penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan. Rangkaian materi itu disusun agar mudah dipraktikkan di dapur rumah tangga maupun di lingkungan pasar.

    Apresiasi Pemerintah Kota Banda Aceh

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, memberi apresiasi atas langkah BBPOM yang menjangkau hingga gampong. Ia menilai edukasi berkesinambungan penting agar keamanan pangan berubah dari sekadar program menjadi kebiasaan kolektif.

    Dukungan pemerintah daerah tersebut diharapkan memperluas jangkauan pesan kepada pelaku usaha kecil, pengelola pasar, dan keluarga. Dengan begitu, pengawasan formal dilengkapi kesadaran warga yang lebih tanggap terhadap produk mencurigakan.

    Manfaat bagi Konsumen di Luar Aceh

    Bagi pembaca di Jawa Timur, termasuk Surabaya, inisiatif serupa menjadi pengingat bahwa rantai pasok pangan bersifat lintas wilayah. Produk yang beredar di pasar tradisional maupun modern bisa berasal dari banyak daerah, sehingga pemahaman soal ciri pangan berisiko tetap diperlukan di tingkat rumah tangga.

    Prinsip yang sama—memilih pemasok terpercaya, memperhatikan label, dan menerapkan kebersihan pengolahan—dapat membantu menekan risiko keracunan atau paparan zat terlarang. Edukasi komunitas seperti di Aceh menunjukkan model yang bisa diadaptasi sepanjang melibatkan warga secara aktif.

    BBPOM Aceh berharap budaya pangan aman tumbuh merata di seluruh wilayah provinsi tersebut. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu mengambil keputusan sendiri saat berhadapan dengan pangan yang meragukan.

    Ke depan, keberhasilan program akan diukur dari seberapa kuat kebiasaan aman tertanam di desa dan pasar, bukan hanya dari jumlah kegiatan yang digelar. Kolaborasi berkelanjutan antara pengawas, pemerintah gampong, dan warga menjadi fondasi utama sasaran tersebut.

    Sumber: Republika.

    Tag: BBPOM Aceh, pangan aman, keamanan pangan, desa pangan, pasar komunitas, Banda Aceh, edukasi masyarakat, zat berbahaya