Isu kepulangan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Inggris kembali menguat setelah nama miliarder pengelola dana lindung nilai Ian Wace muncul sebagai pihak yang disebut memberi dukungan. Kabar ini menarik perhatian pembaca di Surabaya dan Jawa Timur yang kerap mengikuti perkembangan keluarga kerajaan Inggris di media internasional. Focus utama pemberitaan mengarah pada peran Ian Wace Harry dalam rencana kepindahan tersebut, berdasarkan laporan yang mengutip sumber dekat.
Dua sumber yang berbicara secara eksklusif kepada Page Six menyebut Wace turut mendanai langkah Duke dan Duchess of Sussex untuk kembali ke tanah air Harry. Kekayaan Wace diperkirakan sekitar 1,2 miliar dolar AS. Page Six telah menghubungi perwakilan Harry dan Meghan untuk meminta konfirmasi, sementara perwakilan Wace memilih tidak berkomentar.
Siapa Ian Wace dan jejak bisnisnya
Ian Wace dikenal sebagai salah satu pendiri Marshall Wace LLP, perusahaan hedge fund yang ia dirikan bersama Paul Marshall pada 1997. Di perusahaan itu ia menjabat sebagai CEO sekaligus Chief Risk Officer. Marshall Wace kini termasuk pengelola dana lindung nilai terbesar di dunia, sehingga nama Wace sering dikaitkan dengan lingkaran keuangan elite London.
Profil tersebut membuat spekulasi soal dukungan finansial terasa masuk akal bagi sebagian pengamat, meski belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait. Bagi pembaca di Indonesia, sosok Wace mungkin kurang familiar dibanding Harry dan Meghan, namun skala bisnisnya menjelaskan mengapa namanya muncul dalam isu kepindahan pasangan itu.
Kedekatan lama dengan keluarga Sussex
Hubungan Wace dengan Harry dan Meghan bukan hal baru. Keduanya dilaporkan telah menjalin kedekatan dengan pengusaha berusia 63 tahun itu selama bertahun-tahun. Kedekatan ini menjadi konteks penting di balik laporan soal bantuan kepindahan.
Pada Juli, Harry dan Meghan sempat membawa putra-putri mereka, Pangeran Archie yang berusia 7 tahun dan Putri Lilibet yang berusia 5 tahun, berkunjung ke pulau pribadi milik Wace di Skotlandia, Tanera Mòr, menurut laporan Daily Mail. Awal Agustus, Meghan juga mengunggah foto di Instagram yang menampilkan pemandangan mirip kawasan Scottish Highlands, tanpa secara eksplisit menyebut lokasi tersebut.
Pulau Tanera Mòr dan investasi besar Wace
Harry sendiri pernah mengunjungi pulau terpencil itu pada 2017, tidak lama setelah Wace membelinya dengan harga sekitar 2,3 juta dolar AS. Sejak pengambilalihan, pulau seluas kurang lebih 800 ekar atau sekitar 323 hektare mengalami perubahan besar.
Wace disebut menggelontorkan dana sekitar 135 juta dolar AS untuk pemugaran, penanaman pohon, pembangunan jalan, serta pengembangan berbagai fasilitas. Skala investasi itu menunjukkan pulau tersebut bukan sekadar properti liburan biasa, melainkan proyek jangka panjang yang kini kerap dikaitkan dengan jejaring sosial keluarga Sussex.
Minat publik dan sikap hati-hati media
Di Surabaya, berita selebritas internasional seperti ini sering menjadi bahan perbincangan di kanal digital dan media sosial, terutama karena Harry dan Meghan sudah lama menjadi sorotan setelah menempuh jalan berbeda dari istana. Namun, status laporan masih bersandar pada sumber yang tidak disebutkan namanya, sehingga konfirmasi resmi tetap diperlukan.
- Dukungan Wace dilaporkan terkait rencana kepindahan ke Inggris.
- Perwakilan pasangan Sussex diminta konfirmasi; perwakilan Wace tidak berkomentar.
- Kedekatan dipertegas lewat kunjungan keluarga ke Tanera Mòr.
Publik di Jawa Timur yang mengikuti isu ini disarankan membedakan antara laporan media asing dan pernyataan resmi. Hingga kini, belum ada pengumuman detail soal waktu, lokasi tinggal, atau bentuk dukungan finansial yang dimaksud. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada konfirmasi dari perwakilan Harry, Meghan, maupun pihak Wace.
Secara keseluruhan, nama Ian Wace menambah lapisan baru pada narasi kepulangan Harry dan Meghan. Kombinasi jejak bisnis hedge fund, hubungan personal bertahun-tahun, dan kunjungan ke pulau pribadi di Skotlandia menjadi rangkaian fakta yang dilaporkan media, tanpa menghilangkan kebutuhan verifikasi lebih lanjut.
Sumber: Sindo News.



