Tag: Badan Gizi Nasional

  • Sebelas Saksi Dipanggil Jampidsus terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

    Sebelas Saksi Dipanggil Jampidsus terkait Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

    Perkembangan penyidikan dugaan korupsi program MBG kembali menarik perhatian publik, termasuk pembaca di Jawa Timur dan Surabaya yang mengikuti penyaluran Makan Bergizi Gratis di daerah. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Kamis, 3 September 2026, memanggil dan memeriksa total 11 saksi terkait tata kelola program tersebut di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025 hingga 2026.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan pemeriksaan itu merupakan bagian dari kegiatan penyidikan untuk memperkuat pembuktian sekaligus melengkapi pemberkasan perkara. Ia memastikan langkah penyidik berjalan profesional, independen, dan akuntabel, dengan tetap memegang asas praduga tak bersalah serta prinsip kehati-hatian.

    Siapa saja saksi yang diperiksa penyidik

    Di antara sebelas orang yang memenuhi panggilan terdapat pejabat dan tenaga di lingkungan BGN, pihak swasta, hingga perantara. Salah satu nama yang menonjol adalah JAA dalam kapasitas Inspektur Utama BGN. Hadir pula PI dan ANR serta K sebagai tenaga ahli di BGN, RRNWP sebagai staf BGN, RMY dari PT NGS, AH selaku direktur PT GSN, AZRS dari Peruri, ADYY sebagai PIC Yayasan GBI/SPPG Jatisari, T dari Yayasan STTD, dan K yang berprofesi wiraswasta sebagai perantara penjual ompreng.

    Keberagaman latar belakang saksi menggambarkan lingkup penyidikan yang menyentuh jalur perencanaan, pelaksanaan, hingga rantai pasok pendukung program. Keterangan mereka diharapkan memperjelas alur keputusan dan transaksi yang menjadi objek perkara, tanpa menempatkan siapa pun sebagai tersangka sebelum proses hukum menunjuk demikian.

    Tujuan pemeriksaan dan sikap Kejagung

    Anang Supriatna menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi ditujukan agar berkas perkara semakin lengkap dan alat bukti semakin kokoh. Fokusnya tetap pada dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Makan Bergizi Gratis di BGN pada rentang tahun yang disebut penyidik.

    Pernyataan resmi itu juga menegaskan komitmen lembaga untuk tidak melanggar hak para pihak. Proses disebut tidak menyimpang dari standar penegakan hukum pidana khusus, sehingga publik diminta menunggu hasil formal alih-alih berspekulasi di luar fakta yang diumumkan.

    Mengapa isu ini relevan bagi warga Jatim

    Program Makan Bergizi Gratis menyentuh sekolah dan titik distribusi di banyak wilayah, termasuk Jawa Timur. Warga Surabaya dan kabupaten/kota sekitar wajar memantau perkembangan hukumnya karena anggaran dan tata kelola nasional berimbas pada kualitas layanan di lapangan. Transparansi penyidikan menjadi salah satu indikator kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial pangan anak sekolah.

    Meski lokasi pemeriksaan berada di tingkat pusat, dampak kebijakan MBG bersifat nasional. Informasi resmi dari Kejagung membantu masyarakat membedakan fakta penyidikan dengan isu turunan yang belum diverifikasi. Portal daerah seperti Kabar Jatim menayangkan ringkasan ini agar pembaca setempat mendapat kerangka berita yang jelas tanpa menambah-nambah peristiwa.

    Langkah berikutnya dalam pemberkasan

    Setelah rangkaian pemeriksaan 11 saksi, penyidik diperkirakan terus menata kelengkapan berkas sesuai kebutuhan pembuktian. Belum ada pengumuman resmi mengenai perluasan daftar saksi atau perubahan status perkara pada keterangan yang dikutip dari paparan Kapuspenkum.

    • Pemeriksaan dilakukan Jampidsus pada 3 September 2026
    • Total 11 saksi dari BGN, korporasi, yayasan, dan perantara
    • Tujuan: perkuat bukti dan lengkapi pemberkasan
    • Penyidikan diklaim profesional, independen, dan akuntabel

    Publik diimbau merujuk keterangan resmi Kejaksaan Agung untuk perkembangan berikutnya. Pemberitaan ini menyusun ulang fakta yang telah diumumkan agar mudah dicerna, dengan sudut pantauan pembaca Jawa Timur terhadap program yang menyentuh dapur dan sekolah di daerah.

    Dengan pantauan berkesinambungan, diharapkan tata kelola bantuan gizi tetap menjadi perhatian bersama antara penegak hukum, pengelola program, dan masyarakat penerima manfaat di Surabaya serta wilayah Jatim lainnya.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: korupsi MBG, Kejagung, Jampidsus, Badan Gizi Nasional, Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan saksi, Surabaya, Jatim

  • BGN Sebut Dapur MBG Kalitengah Lalai Disengaja Picu Keracunan Massal di Sidoarjo

    BGN Sebut Dapur MBG Kalitengah Lalai Disengaja Picu Keracunan Massal di Sidoarjo

    Temuan baru soal dugaan keracunan MBG Sidoarjo membuat publik Jatim, termasuk warga Surabaya yang pantau isu gizi sekolah, kembali fokus pada tata kelola dapur program. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan ada unsur kelalaian yang disengaja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalitengah sehingga ratusan siswa terdampak.

    Pernyataan itu disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 3 September 2026. Ia menekankan aturan, petunjuk pelaksanaan, dan tata cara sudah diberikan, namun praktik di lapangan menyimpang dari standar keamanan pangan yang ditetapkan.

    Temuan BGN soal manipulasi waktu matang makanan

    Menurut penelusuran sementara BGN, makanan matang pukul 05.00 WIB. Batas aman konsumsi seharusnya sebelum pukul 09.00 WIB. Namun, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah mencatat seolah makanan baru matang pukul 08.00 WIB sehingga batas konsumsi digeser menjadi pukul 10.00 WIB.

    Pencatatan tersebut dinilai menyesatkan karena mengubah acuan waktu yang dipakai petugas lapangan maupun penerima makanan. Sudaryono menyebut pola ini sebagai bentuk kelalaian yang disengaja, bukan sekadar kesalahan administratif biasa.

    Distribusi terlambat dan konsumsi lewat batas aman

    Fakta di lapangan menunjukkan ompreng makanan dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.30 hingga 11.40 WIB. Para siswa baru mengonsumsi makanan tersebut setelah pukul 12.00 WIB, jauh melewati batas yang seharusnya.

    Rentang waktu dari proses memasak dini hari hingga santap siang itulah yang dikaitkan BGN dengan risiko keracunan massal. Makanan matang yang tertahan terlalu lama tanpa kontrol suhu dan label yang jelas berpotensi merusak mutu gizi sekaligus meningkatkan bahaya mikrobiologis.

    Label batas konsumsi hanya di satu ompreng

    Selain persoalan waktu, BGN menyoroti cara pelabelan. Keterangan jam matang dan batas maksimal makan tidak ditempel di setiap wadah. Label hanya ada di satu ompreng paling atas, lalu difoto dan dimasukkan ke sistem pelaporan.

    Akibatnya, santri dan siswa tidak mendapat informasi langsung di wadah masing-masing. Ketika tumpukan makanan dibagikan, penerima sulit memastikan apakah sajian masih dalam jendela waktu aman. Celah ini dinilai memperbesar risiko konsumsi makanan yang sudah kadaluarsa secara operasional.

    • Makanan matang pukul 05.00 WIB, idealnya habis sebelum pukul 09.00 WIB
    • Laporan dicatat seolah matang pukul 08.00 WIB berbatas pukul 10.00 WIB
    • Pengiriman sekitar pukul 11.40 WIB, dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB
    • Label waktu tidak merata di seluruh ompreng

    Imbas di Sidoarjo dan perhatian warga Surabaya

    Kasus di Sidoarjo menjadi alarm bagi wilayah sekitar, termasuk Surabaya, yang turut menjalankan program serupa di sekolah dan pesantren. Orang tua dan pengelola lembaga pendidikan di kawasan metropolitan ini umumnya menuntut kepastian rantai dingin, ketepatan waktu antar, serta pelabelan utuh pada setiap porsi.

    BGN menegaskan prosedur sudah sosialisasi lengkap. Penekanan Sudaryono mengarah pada disiplin pelaksanaan di dapur mitra, bukan pada ketiadaan aturan. Transparansi laporan waktu masak, pengiriman, dan serah terima menjadi kunci agar insiden serupa tidak berulang di Jawa Timur.

    Untuk pembaca Kabar Jatim, intinya jelas: dugaan keracunan MBG Sidoarjo dipicu rangkaian penyimpangan waktu distribusi dan pelabelan yang tidak merata. Pengawasan ketat terhadap SPPG serta verifikasi lapangan berkala dinilai mendesak agar program gizi gratis tetap aman bagi siswa.

    Kejadian ini juga mengingatkan sekolah dan pesantren di Sidoarjo raya agar menolak menerima pasokan yang sudah melampaui batas konsumsi tertera, serta mencatat jam terima secara mandiri sebagai kontrol silang.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: keracunan MBG Sidoarjo, dapur MBG Kalitengah, Badan Gizi Nasional, Sudaryono BGN, makan bergizi gratis, SPPG Sidoarjo, keamanan pangan sekolah

  • Enam Saksi Baru Diperiksa Kejagung, Berkas Korupsi MBG Terus Dilengkapi

    Enam Saksi Baru Diperiksa Kejagung, Berkas Korupsi MBG Terus Dilengkapi

    Perkembangan penyidikan dugaan korupsi program MBG kembali mencuat setelah Kejaksaan Agung memanggil sejumlah saksi baru. Bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur, isu ini menyangkut tata kelola program nasional yang menyentuh layanan gizi di daerah, sehingga pantas diikuti secara cermat. Fokus penyidik tetap pada penguatan bukti dan kelengkapan berkas perkara.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa enam orang saksi memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan itu berlangsung dalam rangka perkara dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis pada rentang 2025–2026. Keterangan saksi diharapkan memperjelas alur kemitraan dan rantai pasok di lapangan.

    Siapa saja saksi yang diperiksa

    Enam saksi yang hadir berasal dari mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi serta pihak swasta terkait pasokan. Mereka adalah RSA dari Mitra SPPG Kabupaten Lampung Timur, S dari Mitra SPPG Ciputat, dan SDS yang berstatus karyawan swasta. Selain itu hadir U dari mitra SPPG Kabupaten Lebak, MA selaku pemasok ompreng, serta HD dari Mitra SPPG Cibadak.

    Menurut keterangan resmi Kejagung, pemeriksaan saksi ditujukan untuk memperkuat pembuktian sekaligus melengkapi pemberkasan. Proses dijalankan dengan menekankan profesionalitas, independensi, dan akuntabilitas. Asas praduga tidak bersalah serta prinsip kehati-hatian tetap dijunjung dalam setiap tahap penyidikan.

    Pemeriksaan saksi sebelumnya

    Sebelum panggilan terbaru, penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah memeriksa tujuh saksi pada Kamis, 20 Agustus 2026. Tujuh orang itu berasal dari lingkungan SPPG, yayasan, dan swasta. Nama-nama yang disebutkan meliputi AFF dari Mitra SPPG Pasar Minggu, IH dari Yayasan AGIMM, RA sebagai pengawas Yayasan BSS, serta HL dan M yang masing-masing tercatat sebagai karyawan yayasan.

    Dua nama lain pada gelombang itu adalah NDR selaku ketua Yayasan APA dan EK sebagai komisaris PT L. Rangkaian pemeriksaan berlapis ini menandakan penyidik menelusuri jejak keputusan kemitraan dari hulu hingga pelaksana teknis. Bagi publik Jawa Timur, pola itu penting karena program sejenis menuntut mitra yang memenuhi syarat ketat agar layanan ke sekolah berjalan aman dan akuntabel.

    Tujuh tersangka dan dugaan modus

    Kejagung sebelumnya menetapkan tujuh tersangka dalam perkara yang sama. Di antaranya terdapat mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Nama lain yang masuk daftar tersangka adalah Asep Yusuf Somantri dari pihak swasta, Andri Mulyono selaku komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Glory Harimas Sihombing sebagai ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, dan Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Irwan Mahardan.

    Penyidik menduga penunjukan sejumlah yayasan sebagai mitra SPPG menjadi celah penyimpangan. Yayasan dimaksud diduga terafiliasi dengan tiga mantan pimpinan BGN, padahal dinilai tidak memenuhi persyaratan sebagai mitra. Dugaan tersebut menjadi poros utama yang terus diuji melalui keterangan saksi, dokumen, dan alur penunjukan mitra.

    • Dadan Hindayana — mantan Kepala BGN
    • Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung — mantan Wakil Kepala BGN
    • Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono, Glory Harimas Sihombing, dan Brigjen Pol. Lalu Muhammad Irwan Mahardan

    Arti penting bagi pengawasan di daerah

    Meski pusat penyidikan berada di tingkat nasional, dampaknya relevan bagi daerah termasuk Surabaya. Program makan bergizi gratis menuntut mitra dapur dan pemasok yang taat prosedur, mulai dari kelayakan legal hingga standar keamanan pangan. Ketika afiliasi dan syarat kemitraan dipersoalkan di pusat, pemerintah daerah dan pengawas lokal semakin dituntut memastikan seleksi mitra tidak longgar.

    Anang Supriatna menegaskan arah penyidikan tetap pada kelengkapan alat bukti, bukan spektakel publik. Masyarakat di Jawa Timur dapat memantau kelanjutan perkara ini sebagai pelajaran tata kelola: transparansi penunjukan mitra, jejak afiliasi pengurus, serta kontrol terhadap pemasok peralatan makan seperti ompreng. Langkah itu membantu mencegah celah yang merugikan anggaran dan menurunkan mutu layanan ke anak sekolah.

    Ke depan, publik menunggu apakah keterangan enam saksi terbaru akan memperluas konstruk dakwaan atau mempertegas peran masing-masing pihak dalam rantai kemitraan SPPG. Selama pemberkasan belum ditutup, setiap perkembangan resmi dari Kejagung patut dicatat tanpa spekulasi berlebihan. Kewaspadaan warga dan media daerah tetap diperlukan agar program gizi nasional berjalan bersih dan tepat sasaran.

    Sumber: Liputan6.

    Tag: korupsi MBG, Kejagung, makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, tersangka MBG, SPPG, penyidikan, hukum

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda